Langsung ke konten utama

NTB Bangkit ! (Bagian Pertama)


Setelah terjadi gempa bumi yang meluluhlantahkan bumi Nusa Tenggara Barat di Tahun 2018, turunlah tugas untuk membantu secara nyata terkait kegiatan pemulihan di masa tanggap bencana, transisi dan masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pada masa tanggap bencana kami ditempatkan di sebuah kelompok kluster WASH, bersama rekan lainnya lintas unit organisasi kementerian PUPR. Dalam kluster tersebut kami bertugas untuk memantau dan mengendalikan kinerja sektor wash yang meliputi penanganan air bersih, sanitasi, limbah padat, dan promosi kesehatan.  Dalam pelaksanaannya kami dipandu dan diarahkan oleh Bu Rini yang brasal dari organisasi UNICEF. Berkat inisiasinya dan kiprahnya penanganan WASH di sana dapat diinisiasi untuk membentuk sistem atau standar WASH dalam penanganan bencana. Melalui kolaborasi lintas instansi penanganan bencana diharapkan menjadi lebih cepat dan terintegrasi. Setidaknya terdapat  35 organisasi yang terlibat dalam penangnan bencana dan berkiprah di bidang WASH, dan manfaatnya dirasakan secara langung oleh masyarakat. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut dihimpun dalam dokumentasi sebagai berikut :


Kegiatan Promosi Kesehatan

Kegiatan Penyediaan Air Bersih

Kegiatan Pengendalian Vektor Penyakit

Pengendalian Vektor Penyakit

Penyaluran Air Bersih


Komentar

Artikel Populer Lainnya

Pentingnya Menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Masa Banjir

Banjir merupakan bencana alam yang sering melanda berbagai wilayah, terutama di musim hujan. Dampaknya tidak hanya merusak fasilitas umum dan rumah penduduk, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Oleh karena itu, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi sangat penting selama dan setelah banjir untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Mahasiswa Ubhara Jaya Membantu Penanganan Banjir di Bekasi Sumber : ubharajaya 1. Menghindari Penyakit Bawaan Air Air banjir sering kali tercemar oleh limbah, kotoran, dan zat berbahaya lainnya. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi penyebaran berbagai penyakit seperti diare, leptospirosis, demam berdarah, dan infeksi kulit. Dengan menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai alas kaki, dan menghindari kontak langsung dengan air banjir, risiko terjangkit penyakit ini bisa dikurangi. 2. Menjaga Kebersihan Lingkungan Setelah banjir surut, penting untuk membersihkan ruma...

Langkah "Kartini-Kartini" Sanitasi

Perempuan Indonesia saat ini telah banyak berkiprah dalam segala lini kehidupan di masyarakat. Kondisi ini tidak terlepas dari pernan kartini. Baik itu peranan RA Kartini langsung ataupun 'kartini-kartini lainnya yang ada di Indonesia yang menjadi inspirasi bagi jutaan wanita untuk terus berkarya hingga saat ini. Berbagai buah pikirnya yang diperoleh dari pendidikan menjadikan kartini bersemangat untuk mengangkat harkat dan martabat seluruh wanita Indonesia. Alhasil saat ini seluruh perempuan Indonesia sudah mendapatkan peranan dan kedudukan yang setara dengan laki-laki. Dalam hal pembangunan wanita memiliki peran yang tidak kalah pentingnya, salah satu dari sekian banyak perannya ada dalam Pembangunan Sanitasi melalui Program SANIMAS ( Sanitasi Berbasis Masyarakat) . Program SANIMAS sebagaimana telah dilaksanakan sejak tahun 2008 ini memiliki prinsip kesetaraan gender, yang mana melibatkan laki-laki dan perempuan dalam setiap tahapan pembangunan mulai dari persiapan, perencanaan, ...